Isu Kudeta Cederai Demokrasi

Hidayat Nur Wahid: Mantan Presiden PKS, Anggota DPR RI 2009-2014

INILAH.COM, Jakarta – Maraknya isu gerakan makar oleh kelompok Islam garis keras yang diklaim mendapat dukungan beberapa pensiunan jenderal, hanyamerumitkan gosip politik murahan.

Isu makar malah hanya menambah stigma negatif terhadap umat Islam, masyarakat madani dan purnawirawan militer sendiri. Wajar saja jika ada kekecewaan rakyat terhadap pemerintah, namun mengkapitalisasi kekecewaan itu menjadi gerakan makar,jelas menyesatkan dan tidak rasional.

Sejauh ini, kekecewaan publik masih tetap dalam koridor negara demokrasi. Ingat bahwa sebuah gerakan bisa disebut makar atau mengancam stabilitas negara jika telah melawan hukum dan undang-undang.

“Kekecewaan tentu wajar dalam demokrasi. Tapi jangan sampai kekecewaan itu berubah menjadi hal yang menuju makar,” kata Hidayat Nur Wahid, mantan KetuaMPR dan bekas Presiden PKS

Isu kudeta yang disebut-sebut sedang digalang para purnawirawan jenderal dan dikutip media Internasional, Aljazeera, memang mengejutkan banyak pihak, meski disusul dengan rentetan bantahan dan reaksi yangmenggilas isu itu sendiri. Isu itu mengesankan besar mulutdari para aktor politik yang mungkin tidak sabar melihat situasi.

Isu kudeta itu hanya menciderai umat Islam dan masyarakat madani, mengancam konsitusi serta merobek aroma demokrasi. Maka, bak anjing menggonggong, biarkan isu kudeta itu berlalu, secepat detak waktu.

Yang repot, tentu para tokoh Islam dan jenderal purnawirawan yang disebut di belakang rencana aksi kup itu. “Isu itu hanya melelahkan banyak pihak dan mematikan kreativitas publik dalam melakukan kritik dan koreksi dalam ruang demokrasi. Ibarat anjing menggonggong, kudeta berlalu,” katapeneliti independen dan mantan demonstran ITB, Abdulrachim. Publik sudah capek dengan isu bernuansa kekerasan.

 

Sumber: Inilah.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.