KPU Kabupaten Mulai Hari Ini Sosialisasi Pilbup

KEPANJEN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang mulai hari ini akan membagi masyarakat menjadi lima golongan untuk sosialisasi pilbup secara tatap muka. Cara itu dibuat karena kondisi geografis kabupaten yang luas dengan kultur masyarakat yang beragam.

Apa saja pembagian golongan itu? Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Holik kemarin memaparkan, untuk golongan pemilih pemula akan diajak berdialog di sekolah-sekolah. Sementara, kelompok wanita akan diajak “arisan” bareng, dan golongan religius akan didekati melalui pengajian dan acara keagamaan.

Sementara, untuk golongan pedagang akan diberikan melalui hiburan di pasar-pasar. Sedang, untuk kelompok abangan akan didekati melalui kesenian ludruk dan bantengan.

”Cara sosialisasi tatap muka itu memang tidak bisa menjangkau seluruh anggota masyarakat. Namun dengan segmentasi itu, diharapkan alokasi dana yang terbatas bisa memberikan dampak semaksimal mungkin,” jelas Holik. Untuk detail lokasi dan jadwal sosialisasi tatap muka, ia akan membahasnya dalam rapat KPU hari ini.

Selain mengandalkan tatap muka, sosialisasi juga akan dilakukan melalui pemasangan media luar ruangan. Termasuk memasang iklan di media cetak dan radio yang ada di Malang. Langkah itu sedang dikonsep agar memberikan dampak luas.

Materi sosialisasi yang terpenting adalah untuk meminimalisasi golput. Dengan cara mengajak masyarakat datang ke TPS pada hari H, juga mendengungkan pemilu damai dan turut menjaga keamanan.

Untuk sosialisasi tentang aturan, masyarakat bisa mendapatkannya melalui aparat desa dan perangkat RT dan RW. Mengingat, materi sosialisasi aturan sangat banyak sehingga tidak memungkinkan untuk ditayangkan dalam media luar ruangan atau media cetak. “Kami andalkan getok tular untuk sosialisasi aturan,” kata Holik.

Bagaimana dengan kalangan struktural parpol? Holik berjanji akan mengakomodasi dalam pembahasan konsep yang terbilang terlambat dari jadwal ini. “Kami janji seminggu sudah beres konsep sosialisasinya. Sehingga bisa segera diaplikasikan,” kata pria asal Bantur ini. (yos/war)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.